Kamis, 14 Februari 2013

makalah teori ekonomi mikro


PERBANKAN DAN MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN

Perbankan memainkan peranan yang sangat penting dalam menyalurkan dana  kepada peminjam yang mempunyai kesempatan investasi yang produktif, aktivitas keuangan ini penting  untuk menjamin bahwa sistem keuangan dan perekonomian berjalan secara efektif dan efisien. Beberapa kegiatan operasional bank antara lain untuk memperoleh keuntungan maksimum, bagaimana bank menyediakan fasilitas kredit , bagaimana bank mendapatkan dana, dan mengatur aset serta kewajiban mereka, dan bagaimana bank memperoleh laba.
Hal hal yang diperhatikan untuk mengamati bagaimana perbankan bekerja yaitu :
A.    NERACA BANK
Neraca bank yaitu daftar aset dan kewajiban bank, yang berisi saldo – saldo.
Total aset = total kewajiban + modal
Neraca bank juga merupakan daftar sumber dana (kewajiban ) bank dan penggunaan dana tersebut. Bank memperoleh dengan meminjam dan dengan menerbitkan kewajiban lainnya seperti deposito. Mereka kemudian menggunakan dana – dana tersebut untuk mendapatkan aset seperti surat berharga dan pinjaman. Bank – bank membuat keuntungan dengan menetapkan suku bunga atas kepemilikan aset dalam bentuk surat berharga dan pinjaman yang lebih tinggi daripada beban atas kewajibannya.

1.      Kewajiban
Bank memperoleh dana dengan menerbitkan kewajiban, seperti deposito yang merupakan salah satu sumber dana bank. Dana yang diperoleh dari menerbitkan kewajiban tersebut digunakan untuk membeli aset yang dapat menghasilkan laba.
Contoh dari kewajiban adalah :
a.       Rekening giro
Adalah rekening bank yang memperbolehkan pemiliknya menulis cek untuk pihak ketiga.  Rekening giro meliputi semua rekening dimana cek dapat ditarik.
b.      Deposito yang tidak ditransaksikan
Merupakan sumber utama pendapatan bank,  misalnya adalah tabungan dan deposito berjangka
c.       Piinjaman
Bank juga mendapatkan dana dengan meminjam dana dari bank sentral, pinjaman dengan perusahaan induknya, pinjaman antar bank, dan lain – lain.
d.      Modal bank
Merupakan perlindungan menghadapi penurunan nilai dari asetnya yang dapat mendorong bank menjadi insolven (mempunyai kewajiban yang lebih besar dari asetnya artinya bank dapat dilikuidasi). Modal bank dapat ditingkatkan dengan menjual saham baru atau dari laba ditahan.

2.      Aset
Bank menggunakan dana yang diperoleh dengan menerbitkan kewajiban untuk membeli aset yang menghasilkan laba. Aset bank biasanya dikenal sebagai penggunaan dana dan pembayaran bunga yang diperoleh dari aset tersebut adalah sesuatu yang memungkinkan bank bisa mendapatkan keuntungan.
Macam – macam aset yang dimiliki bank adalah :
a.       Cadangan
Adalah deposito bank ditambah uang kartal yang secara fisik dipegang oleh bank.
Bank menyimpan cadangan karena cadangan merupakan aset bank yang paling likuid dan dapat digunakan oleh bank untuk memenuhi kewajibannya.
b.      Akun kas dalam proses penagihan
Adalah sebuah cek yang ditulis atas sebuah rekening di bank lain yang belum disetorkan atau diterima dari bank lain.
c.       Deposito pada bank lain
Bank kecil yang memiliki deposito di bank yang lebih besar sebagai pertukaran dari berbagai jasa yang meliputi penagihan cek, transaksi devisa dan membantu dalam pembelian surat berharga.
d.      Surat berharga
Surat berharga disebut juga dengan cadaangan sekunder, karena merupakan aset penting yang dapat menghasilkan laba.
e.       Kredit
Kredit merupakan kewajiban individu atau perusahaan yang menerimanya, tetapi merupakan aset bagi bank karena memberikan laba bagi bank.
f.       Aset lainnya
Modal fisik( gedung bank, komputer, dan peralatan lainnya) yang dimiliki oleh bank.

B.     PERBANKAN DASAR
Secara umum bank membuat keuntungan dengan menjual kewajibannya dengan sekumpulan karakteristik ( kombinasi tertentu dari likuiditas, risiko, ukuran, dan imbal hasil) dan menggunakan hasilnya untuk membeli aset dengan sekumpulan karakteristik yang berbeda. Proses ini sering disebut dengan transformasi aset.
Proses transformasi aset dan penyediaan jasa – jasa( kliring, giro, penyimpanan data, analisis kredit , dsb) sama seperti proses produksi lainnya dalam sebuah perusahaan. Jika bank menghasilkan jasa – jasa yang diinginkannya dengan biaya murah dan memperoleh pendapatan yang besar atas asetnya, maka bank akan mendapatkan keuntungan jika tidak maka bank akan mendapatkan kerugian.
Agar analisis operasional bank lebih nyata maka digunakan sebuah alat yang disebut dengan T-account, yang merupakan penyederhanaan dari neraca yang hanya mencatat peubahan yang terjadi pada pos – pos dalam neraca dimulai dari posisi awal neraca.

C.    PRINSIP – PRINSIP UMUM MANAJEMEN BANK
Untuk bisa memaksimalkan keuntungannya sebuah bank harus melakukan beberapa pertimbangan dalam kegiatan operasionalnya yaitu :
1.      Manajemen likuiditas dan peranan cadangan
Diasumsikan sebuah bank mempunyai kelebihan cadangan yang besar dan semua deposito mempunyai giro wajib minimum yang sama sebesar 10 %. Neraca awalnya adalah sebagai berikut :



Aset
Kewajiban
Cadangan                                        $20 juta
Deposito                                         $100 juta
Kredit                                             $80 juta
Modal bank                                     $10 juta
Surat berharga                               $10 juta


cadangan yang diharuskan adalah 10% dari $100 juta, dengan $ 20 juta cadangan yang dimiliki, bank memiliki $ 10 juta cadangan yang berlebih. Kalau deposito ditarik sebesar $10 juta maka neraca bank menjadi :
Aset
Kewajiban
Cadangan                                        $10 juta
Deposito                                         $90 juta
Kredit                                             $80 juta
Modal bank                                     $10 juta
Surat berharga                               $10 juta


Bank kehilangan $ 10 juta dari depositonya dan $10 juta dari cadangannya tetapi karena giro wajib minimumnya sekarang 10% dari $90 juta, cadangannya masih berlebih sebesar $1 juta. Jika bank tersebut menggunakan cadangan tesebut untuk memberikan pinjaman maka neracanya adalah sebagai berikut :







Aset
Kewajiban
Cadangan                                        $10 juta
Deposito                                  $100 juta
Kredit                                             $90 juta
Modal bank                                     $10 juta
Surat berharga                               $10 juta


Kesimpulannya adalah bank memegang kelebihan cadangan walaupun kredit atau surat berharga lainnya memberikan perolehan yang lebih tinggi, ketika terjadi penarikan deposito, memegang kelebihan cadanagn membuat bank terhindar dari biaya – biaya :
a.       Meminjam dari bank atau perusahaan lain
b.      Menjual surat berharga
c.       Meminjam dari bank sentral
d.      Menarik kembali atau menjual kredit
Kelebihan cadangan merupakan asuransi terhadap biaya yang terkait akibat penarikan deposito, semakin tinggi biaya yang terkait akibat penarikan deposito maka semakin besar vkelebihan cadangan yang akan dipegang oleh bank.

Untuk bisa memaksimalkan keuntungannya sebuah bank harus melakukan beberapa pertimbangan dalam kegiatan operasionalnya yaitu :
2.      Manajemen aset
Dalam manajemen kewajiban bank dapat mengambil pendekatan yang berbeda terhadap manajemen bank. Mereka tidak lagi bergantung pada rekening giro sebagai sumber dana bank yang utama, sehinnga rekening giro tidak lagi digunakan sebagai sumber dana tetap, sebaliknya mereka secara agresif menetapkan target akhir untuk pertumbuhan asetnya dan mencoba mendapatkan dana dengan menerbitkan utang yang mereka perlukan.

3.      Manajemen kecukupan modal
Bank harus mempunyai keputusan tentang banyaknya modal yang perlu dimiliki karena beberapa alasan yaitu :
a.       Bagaimana modal bank membantu mencegah kegagalan bank
Bank mempertahankan modal bank untuk mengurangi kemungkinan bahwa bank tersebut menjadi insolven.
b.      Bagaimana jumlah modal bank mempengaruhi imbal hasil bagi pemegang saham
Ukuran dasar keuntungan bank adalah imbal balik hasil atas aset (ROA) :

ROA =  laba bersih setelah paja
Aset
Dengan imbal hasil atas aset tertentu maka semakin rendah modal bank maka semakin tinggi imbal hasil bagi pemeilik bank.
c.       Pilihan antara keamanan dan imbal hasil bagi pemegang saham
Dalam ketidakpastian, kemungkinan kerugian yang besar atas kredit maka manajer bank mungkin ingin memegang lebih banyak modal untuk melindungi pemegang saham, sebaliknya mereka memiliki keyakinan bahwa kerugian atas kredit tidak akan terjadi, maka mereka mungkin ingin mengurangi jumlah modal bank, memiliki pengali ekuitas yang tinggi karena akan meningkatkan imbal hasil atau ekuitas.

d.      Kewajiban modal bank
Bank juga memegang modal karena mereka diwajibkan oleh badan pengatur perbankan.


D.    MENGELOLA RISIKO KREDIT
Perbankan harus  membuat keberhasilan dalm kredit yang dilunasi sepenuhnya kalau mereka ingin memperoleh keuntungan yang tinggi. Agar menguntungkan perbankan harus mengatasi masalah adverse selection dan morald hazard yang membuat besar kemungkinan pinjaman gagal bayar. Maka untuk mengatasi masalah ini diperlukan beberapa prinsip – prinsip untuk mengelola risiko kredit yaitu  :
a.       Penyaringan dan pemantauan
Penyaringan adalah suatu kegiatan pengumpulan informasi yang dapat dipercaya dari perspektif peminjam. Penyaringan yang efektif dan pengumpulan informasi secara bersama – sama membentuk prinsip penting dari pengelolaan risiko kredit.
Spesialisai dalam pemberian kredit misalnya adalah bank seringkali mengkhususkan memberi pinjaman kepada perusahaan lokal atau pada perusahaan industri tertentu.
Pemantauan dan pelaksanaan kontrak yang rerestriktif dilaksanakan setelah perjanjian kredit dibuat, bank memantau kegiatan kredit peminjam dengan membuat semacam batasan atau perjanjian dengan peminjam.

b.      Hubungan jangka panjang dengan nasabah
Cara tambahan bagi bank untuk untuk mendapatkan informasi mengenai calon peminjamnya adalah dengan melalui hubungan jangka panjang dengan nasabah. Jika calon nasabah sudah mempunyai rekening giro dan pinjaman lainnya dengan suatu bank selam periode waktu yang panjang, staf kredit dapat melihat aktivitas masa lalu dari rekeningnya .
Hubungan jangka panjang juga menguntungkan nasabah, nasabah yang sudah mempunyai hubungan sebelumnya dengan bank akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dengan suku bunga yang rendah karena bank membutuhkan waktu yang pendek dalam memutuskan pemberian kredit.
Sedangkan keuntungan jangka panjang bagi bank adalah mebut bank bisa mengatasi kemungkinan niat buruk yang tidak terpikir sebelumnya.

c.       Komitmen pinjaman.
Komitmen pinjaman adalah komitmen bank untuk menyediakan pinjaman bagi perusahaan dengan jumlah tertentu dengan suku bunga yang dikaitkan dengan beberapa suku bunga pasar. Kondisi persetujuan komitmen mendorong hubungan jangka panjang yang mengharuskan nasabah memberikan informasi kepada bank mengenai pendapatan, posisi aset, dan kewajiban nasabah, aktivitas usaha dan lainnya secara berkala. Persetujuan komitmen pinjaman merupakan metode ampuh untuk menurunkan biaya bank untuk penyaringan dan pengumpulan informasi.

d.      Agunan dan saldo kompensasi
Kewajiban agunan untuk pinjaman adalah alat yang penting dalam pengelolaan risiko kredit.
Agunan adalah hak yang dijanjikan kepada pemberi pinjaman sebagai kompensasi kalau peminjam gagal bayar, agunan dapat mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan dari adverse selection.
Salah satu bentuk agunan yang diwajibkan ketika bank membuat pinjaman komersial disebut dengan saldo kompensasi yaitu dimana nasabah harus terus menjaga jumlah dana minimum dalam rekening gironya dalam bank.

e.       Pembatasan kredit
Cara lain dalam meminimalisir adverse selection dan moral hazard adan pemilah dengan melakukan pembatasan kredit yaitu bisa dengan cara menolak memberikan pinjaman walaupun peminjam bersedia membayar suku bunga yang ditetapkan. pembatasan kredit mempunyai dua bentuk: pertama terjadi karena bank menolak memberikan pinjaman berapapun kepada peminjam walaupun dengan suku bunga yang lebih tinggi, kedua terjadi karena ketika bank bersedia memberikan pinjaman tetapi membatasi  besarnya pinjaman lebih sedikit dari yang diinginkan peminjam.





E.     MENGELOLA RISIKO SUKU BUNGA
Dengan meningktnya volatilitas suku bunga bank dan lembaga keuangan lainnya bmemnjadi lebih memperhatikan mengenai eksposurnya terhadap risiko suku bunga yaitu tingkat risiko dari laba dan imbal hasil yang terkait dengan perubahan suku bunga.
Jika sebuah bank mempunyai kewajiban  yang sensitif terhadap suku bunga lebih besar dari asetnya, kenaikan suku bunga akan mengurangi keuntungan bank dan penurunan suku bunga akan menaikkan keuntungan bank.
a.       Analisis kesenjangan dan durasi
Sensitivitas keuntungan bank terhadap perubahan suku bunga dapat diukur secara langsung dengan menggunakan analisis kesenjangan yaitu jumlah dari kewajiban yang sensitif terhadap suku bunga.
Metode lain urasintuk risiko suku bunga adalah analisis durasi, yaitu menetukan sensitivitas nilai pasar dari total aset dan kewajiban bank trhadap suku bunga. Analisis durasi didasarkan  pada apa yang dikenal sebagai konsep Macaulay mengenai durasi yang mengukur rata – rata lamanya arus pembayaran suatu surat berharga.

% perubahan nilai pasar surat berharga =  - poin % perubahan suku bunga x durasi dalam tahun

Analisis durasi memperhitungkan penggunaan rata – rata  (tertimbang) durasi dari aset dan kewajiban yang dimiliki oleh lembaga keuangan untuk melihat bagaimana kekayaan bersih bereaksi terhadap perubahan suku bunga.


F.     AKTIVITAS DI LUAR NERACA
Dalam lingkungan yang semakin kompetitif sekarang ini bank telah secara agresif mencari keuntungan dengan melakukan aktivitas diluar neraca yang mencakup perdagangan instrumen – instrumen keuangan dan menghasilkan pendapatan dari biaya jasa dan penjualan pinjaman yaitu aktivitas yang mempengaruhi keuntungan bank tetapi tidak tampak pada neraca bank.
Bentuk aktivitas bank diluar neraca adalah sebagai berikut :
a.       Penjualan pinjaman
Bisa juga disebut secondar loan participation yaitu yang melibatkan kontrak menjual semua atau sebagian arus kas dari pinjaman tertentu dan akibatnya mengeluarkan pinjaman dari neraca bank.
Bank mendapatkan keuntungan dengan menjual pinjaman dengan nilai sedikit lebih tinggi dari nilai awalnya. Karena suku bunga pinjaman ini lebih tinggi maka lembaga lain bersedia membelinya walaupun harga lebih tinggi artinya mereka memperoleh sedikit lebih rendah dari suku bunga awal pinjaman.

b.      Pendapatan biaya jasa bank
Pendapatan biaya jasa bank yang diperoleh bank dalam memberikan jasa – jasa khusus kepada nasabah seperti melakukan perdagangan kurs atas nama nasabah, menyediakan jasa sekuritas beragunan hipotek dengan menagih pembayaran suku bunga dan pokok utang dan kemudian membayarkannya ke nasabah, menjaminkan sekuritas utang seperti akseptasi (dimana bank berjanji untuk membayar bunga dan pokok kalau pihak penerbit utang tidak dapat membayarnya), dan menyediakan dukungan fasilitas kredit.
Fasilitas kredit lainnya yang membuat bank memperoleh pendapatan adalah standby letters of credit  untuk mendukung penerbitan surat berharga komersial dan surat berharga lainnya serta fasilitas kredit.
Tetapi Aktivitas diluar neraca yang meliputi penjaminan surat berharga dan dukungan fasilitas kredit dapat meningkatkan risiko risiko yang dihadapi bank. Meskipun surat berharga yang dijamin tidak tampak pada neraca bank, tetapi masih menghadapkan bank pada risiko gagal bayar, apabila penerbit surat berharga gagal bayar maka bank yang hars melunasinya. Begitu juga dengan dukungan fasilitas kredit menghadapkan bank pada risiko karena bank dapat dipaksa memberikan pinjaman ketika tidak memiliki likuiditas yang memadai atau ketika peminjam merupakan pihak yang memiliki risiko kredit yang sangat buruk.

c.       Akttivitas perdagangan dan teknik manajemen risiko
Aktivitas perdagangan walaupun seringkali sangat menguntungkan tapi cukup berbahaya karena aktivitas tersebut menyebabkan lembaga keuangan dan pegawainya untuk melakukan taruhan secara cepat. Masalah khusus untuk manajemen aktivitas perdagangan adalah masalah prinsipal agen. Untuk mengurangi masalah prinsipal agen manajer dari lembaga keuangan harus membuat pengendalian internal untuk mencegah kehancuran. Pengendalian tersebut meliputi pemisahan secara total mereka yang melakukan kegiatan perdagangan dari mereka yang melakukan pembukuan untuk traders dan pada eksposur risiko lembaga. Manajer juga harus menganalisis prosedur penentuan risiko dengan menggunakan teknologi komputer yang tercanggih, salah satu metode tersebut adalah pendekatan value at-risk, dalam pendekatan ini lembaga mengembangkan suatu model statisitik yang dapat menghitung kerugian maksimum yang mungkin terjadi selama peiode tertentu.
Pendekatan lainnya adalah pendekatan stress testing, dalam pendekatan ini manajer membuat model apa yang akan terjadi kalau hal buruk terjadi sehingga dia bisa mengetahui seberapa besar lembaga bisa bertahan dalam kerugian kalau kombinasi dari kejadian buruk.
Dengan kedua pendekatan tersebut lembaga keuangan dapat menilai besar risikonya dan mengambil langkah untuk menguranginya.










MAKALAH
EKONOMI MONETER
KELOMPOK 7
PERBANKAN DAN MANAJEMEN LEMBAGA KEUANGAN

UNP


OLEH :
YUTRI SEPTIARA                                     13325/09




JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar