Senin, 17 November 2014

Artikel Faktor faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sektor pertanian sangat penting peranannya sebagai sumber pendapatan yang utama bagi masyarakat petani, umumnya para petani memproduksi hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – harinya. Pendapatan petani saat ini merupakan masalah yang sangat serius karena pendapatan yang diperoleh  petani selalu berubah yang disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya faktor cuaca dan keadaan pasar.
Agribisnis yang merupakan suatu rangkaian sistem usaha berbasis pertanian harus mendapat perhatian penuh untuk mengembangkan sektor pertanian. Usaha tani yang dikembangkan dalam rangka peningkatan sektor perekonomian adalah organisasi yang berasal dari alam (lahan), tenaga kerja, dan modal yang ditujukan kepada produksi di kegiatan pertanian. Organisasi tersebut ketatalaksanaanya berdiri sendiri dan sengaja diusahakan oleh seseorang atau sekumpulan orang sebagai pengelolanya.
Kegiatan usaha tani yang dijadikan sebagai penopang hidup oleh masyarakat petani mengusahakan berbagai macam produk pertanian baik pangan maupun sub sektor tanaman perkebunan rakyat. Tanaman karet termasuk tanaman sub sektor tanaman perkebunan rakyat, tanaman karet banyak ditemukan di berbagai daerah yang tersebar diseluruh Indonesia, termasuk di Propinsi Sumatera Barat. Menurut BPS (2009) Propinsi Sumatera Barat merupakan salah satu sentra penghasil karet di Indonesia. Salah satu sentra terbesar penghasil karet di Propinsi Sumatera Barat terletak di Kabupaten Sijunjung.
Komoditi karet dijadikan sebagai usaha tani bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten Sijunjung karena pada umumnya lahan pertanian yang dimiliki oleh petani relatif sempit dan masih menggunakan teknik budidaya yang sederhana, kemudian dalam proses pengelolaan lahan pertanian karet tersebut dilakukan secara sederhana tanpa menggunakan tenaga kerja lain selain pemilik dan keluarga dari pemilik lahan tersebut.
Komoditi karet merupakan salah satu komoditi prioritas yang dipilih oleh pemerintah kabupaten Sijunjung, karena berdasarkan cuaca dan kondisi iklim di Kabupaten Sijunjung tergolong pada tipe tropis basah dengan musim hujan dan kemarau yang silih berganti sepanjang tahun. Kabupaten Sijunjung merupakan daerah yang memiliki luas area sebesar 313.080 Ha. Perekonomian Kabupaten Sijunjung bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan, sektor perkebunan yang menonjol adalah perkebunan karet tercatat selama tahun 2007 rata-rata produktivitas karet per hektar per tahun adalah 2.600 Kg.
Tabel 1.
Luas Lahan Produktif dan Jumlah Produksi Lahan Karet di Kabupaten Sijunjung Tahun 2006 – 2012
Tahun
Luas lahan (Ha)
Perkembangan
Jumlah Produksi (Ton)
Perkembangan
2006
25100
-
61367
-
2007
26763
6,22 %
63232
2,94 %
2008
26763
0 %
63699
0,74 %
2009
27898
4,07 %
64216
0,81%
2010
27899
-
64216
-
2011
27324
-2,11%
49699
-22,61%
2012
27661
1,21%
50183
0,96%

Sumber: BPS Kabupaten Sijunjung: 2013
Berdasarkan Tabel dapat dilihat bahwa perkembangan luas lahan produktif karet dan jumlah produksi karet terus mengalami peningkatan, kecuali luas lahan pada tahun 2008 yang tidak mengalami perluasan lahan produktif dari tahun sebelumnya, akan tetapi produktivitas karet yang dihasilkan tetap meningkat yaitu sekitar 0, 74 % dari tahun sebelumnya. Kemudian luas lahan dan jumlah produksi karet pada tahun 2009 tetap mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 4,07 % untuk peningkatan luas lahan lahan produktif dan sebesar 0,81 % untuk peningkatan jumlah produksi karet, kemudian pada tahun 2010 luas lahan dan produksi karet tidak mengalami  kenaikan, tetapi pada tahun 2011 luas lahan karet mengalami penurunan sebesar -2,1% yang juga berpengaruh terhadap produksi karet yang ikut mengalami penurunan sebesar -22,61%, selanjutnya kembli mengalami pertumbuhan luas lahan sebesar 1,21% dan produktivitas sebesar  0,96% pada tahun 2012.
Untuk meningkatkan produksi karet yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani karet di kecamatan IV Nagari diduga dapat dipengaruhi oleh berbagai input yaitu produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet, biaya usaha dalam bertani karet dan jenis bibit karet yang digunakan, faktor biaya usaha timbul karena pemilikan lahan untuk menghasilkan karet merupakan lahan milik petani sendiri, dari penguasaan lahan juga dapat mempengaruhi biaya usaha tani karet karena dari awal penanaman, pemilihan bibit dan sampai pada perawatan sebelum panen dilakukan dan dibiayai oleh masing – masing pemilik lahan karet.
Produksi karet diduga dapat mempengaruhi pendapatan petani karet dimana dengan adanya peningkatan jumlah produksi karet yang dihasilkan maka kemungkinan juga dapat mempengaruhi pendapatan yang akan diperoleh. Peningkatan produksi karet dapat dilakukan dengan cara perluasan luas areal tanam karet, semakin luas areal tanaman karet maka diduga produktivitas yang dihasilkan pun akan berpotensi mengalami kenaikan. Peningkatan jumlah produksi karet harus didukung oleh lembaga pendukung pertanian dan para petani yang saling mendukung dalam pengembangan tani karet yang memungkinkan dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan para petani karet.
Selain faktor - faktor yang disebutkan faktor harga juga dapat mempengaruhi pendapatan petani karet, harga karet sering mengalami fluktuasi setiap waktu. Ketika  harga karet tinggi maka pendapatan petani karet diduga juga meningkat karena output yang dihasilkan  juga meningkat, tetapi jika harga karet mengalami penurunan maka pendapatan petani karet pun ikut mengalami penurunan.
Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani karet diduga dapat berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diperoleh oleh petani tersebut, Karena pendidikan ini berhubungan dengan kemampuan petani dalam mengelola lahan karet yang dimilikinya serta menggunakan factor produksi yang dimilikinya secara efektif dan efisien sehingga dapat memaksimalkan keuntungan yang akan diperolehnya.
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka pengetahuan dan keahlian juga akan meningkat sehingga akan mendorong peningkatan produktivitas seseorang. Perusahaan akan memperoleh hasil yang lebih banyak dengan mempekerjakan tenaga kerja dengan produktivitas yang lebih tinggi, sehingga perusahaan akan bersedia memberikan upah/gaji yang lebih tinggi kepada yang bersangkutan. Pada akhirnya seseorang yang memiliki produktivitas yang tinggi akan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik, yang dapat diperlihatkan melalui peningkatan pendapatan maupun konsumsinya (Kumalasari :2012:19)
 Selain tingkat pendidikan variabel umur karet diduga juga dapat mempengaruhi pendapatan petani karet karena berhubungan dengan  produksi karet yang dihasilkan. Umur maksimal karet yang sudah dapat dipanen adalah tanaman karet yang sudah berumur lebih kurang lima tahun. Tanaman karet yang dapat menghasilkan sekitar 25 sampai 45 tahun, tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Sebagian tanaman karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung berumur diatas 20 tahun, dan sebagian lagi sudah diremajakan dengan penanaman bibit karet yang disarankan oleh Balai Penelitian Pertanian setempat yang sekarang rata – rata sudah berumur lebih kurang 10 tahun. Kemudian biaya usaha dalam melakukan usaha tani karet muncul karena proses penggarapan lahan, penggunaan tenaga kerja, penggunaan bibit, pemakaian pupuk sampai pada biaya perawatan lahan sebelum tanaman karet dapat dipanen. Biaya usaha dapat mempengaruhi pendapatan petani karet karena biasanya semakin petani meningkatkan perawatan terhadap tanaman karet baik dari segi jenis bibit ataupun perawatan tanah, maka biasanya produksi karet yang dihasilkan petani pun meningkat.
Kemudian variabel lain yang diduga juga mempengaruhi pendapatan petani karet adalah jenis bibit yang digunakan oleh petani karet yaitu ada jenis bibit unggul dan jenis bibit lokal. Jenis bibit unggul cenderung memproduksi getah karet lebih banyak dari pada jenis bibit lokal sehingga dapat berpengaruh secara langsung terhadap pendapatan petani karet. Pengembangan tanaman karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung terdiri atas dua jenis bibit karet, yaitu jenis bibit karet kampung atau bibit lokal dan jenis bibit karet bersertifikat atau yang lebih dikenal dengan istilah bibit unggul. Perbedaan jenis tanaman karet yang ditanam dapat mempengaruhi jumlah produksi getah karet yang dihasilkan  petani karet sehingga diduga berpengaruh langsung ke pendapatan yang akan diperoleh petani karet.
Berdasarkan latar belakang diatas, dalam menganalisis sejauh mana faktor produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet, biaya usaha dalam tani karet dan jenis bibit karet dapat mempengaruhi pendapatan petani karet maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor – faktor tersebut. Penelitian ini berjudul “ Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Karet Di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung”.
B.     Identifikasi Masalah
Sebagaimana yang telah diuraikan dalam latar belakang diatas maka penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.      Luas lahan yang dimiliki oleh petani karet yang relatif tidak terlalu luas sehingga akan dapat mempengaruhi pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari  Kabupaten Sijunjung
2.      Banyaknya tanaman karet petani yang sudah tua sehingga mempengaruhi produktivitas tanaman karet sehingga berpengaruh  terhadap pendapatan petani karet.
3.      Biaya usaha tani karet yang semakin tinggi akan dapat mempengaruhi pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
4.      Harga karet yang cenderung tidak stabil dapat mempengaruhi pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
5.      Jumlah produksi tanaman karet yang dihasilkan petani karet cenderung tidak mengalami peningkatan di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
6.      Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani rata- rata tidak sesuai dengan pendidikan standar yang diwajibkan sehingga dapat mempengaruhi besarnya pendapatan yang akan diperoleh.
7.      Jenis bibit yang digunakan oleh petani karet bervariasi, sehingga dapat mempengaruhi pendapatan yang diperoleh oleh petani karet.
C.    Pembatasan Masalah
Dari masalah yang terdapat pada latar belakang dan identifikasi masalah maka penulis membatasi penelitian ini pada Produksi karet, Harga karet, Tingkat Pendidikan Petani, Umur karet, Biaya usaha tani karet dan Jenis bibit karet serta pengaruhnya terhadap Pendapatan Petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
D.    Rumusan Masalah
Berdasakan latar belakang dan batasan masalah diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Sejauh mana pengaruh produksi karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung?
2.      Sejauh mana pengaruh harga karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung?
3.      Sejauh mana pengaruh tingkat pendidikan petani karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung?
4.      Sejauh mana pengaruh umur karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung?
5.      Sejauh mana pengaruh biaya usaha tani karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung?
6.      Sejauh mana pengaruh jenis bibit karet yang digunakan oleh petani karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
7.      Sejauh mana pengaruh produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet, biaya usaha tani karet dan Jenis bibit karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung?
E.     Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang diteliti maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui :
1.      Pengaruh produksi karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
2.      Pengaruh harga karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari kabupaten Sijunjung.
3.      Pengaruh tingkat pendidikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
4.      Pengaruh umur karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
5.      Pengaruh biaya usaha tani karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
6.      Pengaruh jenis bibit karet yang digunakan terhadap pendapatn petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
7.      Pengaruh produksi, harga karet, tingkat pendidikan petani, umur karet, biaya usaha tani karet dan Jenis bibit karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
F.     Manfaat Penelitian
1.      Untuk penulis, sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana pendidikan.
2.      Untuk pengembangan dalam ilmu ekonomi mikro yaitu teori produksi, biaya usaha dan pendapatan.
3.      Untuk bahan pertimbangan atau masukan bagi lembaga atau dinas  pertanian dalam peningkatan mutu dan kualitas hasil produksi karet sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
A.    Kajian teori
1.      Pendapatan
a.      Pengertian pendapatan
Pendapatan usaha tani menurut Hastuti (2007:106) merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya, atau dengan kata lain pendapatan meliputi pendapatan kotor atau penerimaan total dan pendapatan bersih. Pendapatan kotor atau penerimaan total adalah adalah nilai produksi komoditas pertanian secara keseluruhan sebelum dikurangi biaya produksi.
2.      Faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan petani karet
1.      Produksi pertanian
 Menurut Sukirno (2003 :193) secara umum konsep produksi digunakan sebagai pendekatan terhadap aktivitas dalam proses produksi yang menjelaskan hubungan antar faktor – faktor produksi (input) dengan proses produksi itu sendiri (output).
Sedangkan menurut Suratiyah (dalam, Suzana, 2007: 65) jika permintaan akan produksi tinggi maka harga ditingkat petani akan tinggi pula sehingga dengan biaya yang sama petani akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Sebaliknya jika petani telah berhasil meningkatkan produksi tetapi harga turun maka pendapatan petani akan turun pula.
2.      Harga karet
Menurut Sukirno (dalam Alwi, 2009:25) harga adalah suatu jumlah yang dibayarkan sebagai pengganti kepuasan yang sedang atau akan dinikmati dari suatu barang atau jasa yang diperjualbelikan. Harga merupakan perjanjian moneter terakhir yang menjadi nilai dari pada suatu barang atau  jasa, sedangkan harga menurut Kadariah (dalam Alwi, 2009:25) adalah tingkat kemampuan suatu barang atau jasa untuk ditukarkan dengan barang lain, harga ditentukan oleh dua kekuatan yaitu permintaan dan penawaran yang saling berjumpa dalam pasar (tiap organisasi tempatpenjual dan pembeli suatu benda dipertemukan).
3.      Tingkat pendidikan
Pendidikan yang didapat seseorang akan mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya. Seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi memungkinkan dirinya untuk bekerja lebih produktif dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah. Hal ini disebabkan karena tenaga kerja mempunyai pendidikan tinggi akan mempunyai wawasan, pengalaman dan kematangan dalam berfikir dalam bekerja lebih baik (Melati,2008:40)
Menurut Yusuf dalam Suzana (2007:11) tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi seseorang dalam mencapai keberhasilan, maka semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan tinggi pula keberhasilannya dalam menyelesaikan tugasnya. Begitu juga sebaliknya jika semakin rendah tingkat pendidikan seseorang maka akan rendah pula keberhasilannya dalam menyelesaikan tugasnya.
4.      Umur karet
Menurut Soemartono (2008:11) pohon karet mulai disadap rata-rata ketika berumur 6 tahun dan berproduksi secara efektif sampai puluhan tahun, atau lilit batang mencapai 45 cm dengan ketinggian 100 cm dari permukaan tanah. Penyadapan dilakukan setiap hari dengan sistem sadap bervariasi yaitu V2 d2 (penyadapan berbentuk huruf V yang disadap setiap dua hari sekali) atau S1 d2 (penyadapan berbentuk spiral yang disadap setiap dua hari sekali).
5.      Biaya usaha Tani
a)      Pengertian biaya usaha
Menurut Sadono Sukirno (2006 :208) biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor – faktor produksi dan bahan – bahan mentah yang akan untuk menciptakan barang – barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.
Menurut Suherman Rosyidi dalam buku Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro (2009) biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk dapat menghasilkan output, seorang pengusaha yang ingin melakukan produksi tentu harus terlebih menyediakan faktor – faktor produksi itu.  
6.      Jenis bibit
Menurut Hastuti (2007: 39) bibit menentukan keunggulan dari suatu komoditas. Bibit yang unggul biasanya tahan terhadap penyakit, hasil komoditasnya berkualitas tinggi dibandingkan dengan komoditas lain sehingga harganya dapat bersaing di pasar.
Penggunaan bibit unggul dapat meningkatkan produksi perhektar sekaligus meningkatkan produksi total, oleh karena itu bibit unggul perlu disebar kepada petani yang bersangkutan melalui penyuluhan atau penyampaian informasi yang tepat serta memberikan kemudahan kepada petani untuk memperoleh bibit unggul sehingga dengan penggunaan bibit unggul tersebut dapat ditingkatkan produksi secara keseluruhan sesuai dengan apa yang diharapkan.
B.     Temuan Penelitian Yang Sejenis
1.      Penelitian yang dilakukan oleh Fifi Ria Sumanti (2010)  yang berjudul Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pendapatan petani Kulit Manis (Cassia Vera) di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar
C.    Penelitian yang dilakukan oleh Fitratul Husni (2009) yang berjudul Faktor – faktor yang mempengaruhi Produksi Sawah di Kecamatan Baso Kabupaten Agam
D.    Kerangka konseptual
Maka kerangka konseptual penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
 

















Gambar 1. Kerangka Konseptual
E.     Hipotesis
Hipotesis adalah suatu jawaban permasalahan sementara yang bersifat dugaan dari suatu penelitian. Dugaan ini harus dibuktikan kebenarannya melalui data empiris (fakta lapangan). Hipotesis dapat benar atau terbukti setelah didukung oleh fakta – fakta dari hasil penelitian.
1.      Terdapat pengaruh yang signifikan antara produksi karet terhadap Pendapatan petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
H0 : β1 = 0, Ha : β1 ≠ 0
2.      Terdapat pengaruh yang signifikan antara harga karet terhadap Pendapatan petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
H0 : β2 = 0, Ha : β2 ≠ 0
3.      Terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan petani karet terhadap Pendapatan petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
H0 : β3 = 0, Ha : β3 ≠ 0
4.      Terdapat pengaruh yang signifikan antara Umur karet terhadap Pendapatan petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
H0 : β4 = 0, Ha : β4 ≠ 0
5.      Terdapat pengaruh yang signifikan antara Biaya Usaha Tani terhadap Pendapatan Petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
H0 : β=  0, Ha : β5 ≠ 0
6.      Terdapat pengaruh yang signifikan antara Jenis bibit karet terhadap Pendapatan Petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
H0 : β6 =  0, Ha : β6 ≠ 0
7.      Terdapat pengaruh yang signifikan antara Produksi karet, Harga karet, Tingkat Pendidikan petani, Umur karet, Biaya Usaha dan Jenis bibit karet terhadap Pendapatan Petani Karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
H0 : β1 = β= β3 = β4 = β5 = β6 =0
Ha salah satu β ≠ 0


BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Jenis penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif dan asosiatif.
A.    Tempat dan waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung pada bulan Januari  tahun 2014.
B.     Populasi dan Sampel
1.      Populasi
Populasi penelitian mengacu pada seluruh petani karet yang berada di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung yang berjumlah 4281 orang.
2.      Sampel
Berdasarkan rumus Slovin, maka jumlah sampel untuk penelitian ini adalah sebanyak 98 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik “Stratified Proportional Sampling” .
C.    Variabel  Penelitian
Variabel terikat Y pada penelitian ini adalah jumlah Pendapatan Petani Karet sedangkan variabel bebasnya adalah Produksi karet (), Harga karet (), Tingkat Pendidikan  Umur karet Biaya Usaha Tani (),  dan Jenis Bibit Karet ( ).
D.    Jenis dan sumber data
Berdasarkan cara memperolehnya yaitu data primer  dan data sekunder. Berdasarkan waktu pengambilan, data dalam penelitian ini adalah data cross section. Berdasarkan sifat data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif.
E.Teknik Pengumpulan Data
            Data primer dikumpulkan dari responden dengan menggunakan teknik observasi langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa daftar pertanyaan melalui kuesioner.
F.     Defenisi Operasional
1.      Pendapatan adalah pendapatan bersih yang diterima oleh rumah tangga petani di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung dalam usaha tani karet, diukur dengan rupiah, per ha.
2.      Produksi adalah hasil atau output yang dihasilkan setelah memanfaatkan input atau faktor – faktor produksi oleh petani karet yang diukur dalam Kg dan Ton.
3.      Harga karet adalah jumlah yang dibayarkan untuk membayar produksi karet yang dihasilkan oleh petani karet yang diukur dalam rupiah.
4.      Tingkat pendidikan petani karet adalah lama bersekolah seorang petani karet yang diukur dengan tahun.
5.      Umur karet adalah lama suatu tanaman karet dapat dipanen yang dijadikan sebagai patokan untuk memproduksi karet yang diukur dengan tahun.
6.      Biaya merupakan jumlah biaya total yaitu biaya implisit dan biaya eksplisit yang dikeluarkan oleh petani dalam usaha tani karet di diukur dengan rupiah  per ha.
7.      Jenis bibit karet adalah cikal bakal tanaman yang menetukan keberhasilan suatu usaha tani karet. Jenis bibit merupakan variable dummy dengan nilai 1 untuk jenis bibit unggul dan nilai 0 untuk jenis bibit lokal.
G.    Teknik Analisis Data
1.       Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif yaitu penelitian data kepada tabel distribusi frekuensi kemudian dilakukan analisis persentase terdensi sentral dan dispersi. Analisis ini menetukan banyaknya kelas interval, panjang kelas interval dan rentangan data untuk data penelitian.
2.      Analisis Induktif
a)      Analisis regresi linear berganda
Analisis ini bertujuan untuk mengkaitkan dua atau lebih variabel. Dalam hal ini peneliti menghubungkan antara produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet, biaya usaha dan jenis bibit terhadap Pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
Untuk melihat hubungan tersebut maka digunakan metode regresi linear berganda dalam suatu fungsi dibawah ini (Gujarati, 1999:170):
.....(12)
Dimana :
Y         = Pendapatan petani karet
X1       = Produksi Karet
X2       = Harga karet
X3       = Tingkat Pendidikan
X4       = Umur Karet
X5       = Biaya Usaha
Dummy           = Jenis bibit
Secara matematik dapat ditulis sebagai berikut:
.............(13)
b)     Uji prasayarat analisis
a.      Uji Multikolinearitas
     Pengujian multikolinearitas adalah jika VIF ≥ 5, maka terdapat multikolinearitas, jika VIF < 5, maka tidak terdapat multikolinearitas.
b.      Uji Normalitas Sebaran Data
Salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan tekhnik statistik parametrik adalah penyebaran data harus berdistribusi normal. Menurut Sugiono (dalam Yudi Saputra: 2009) uji normalitas ini dapat dilakukan dengan rumus yang dikembangkan oleh kolmogrov smirnov dengan kriteria pengujian (α = 0,05) Jika sig ≥ α maka distribusi data normal Jika sig < α maka distribusi data tidak normal
c.       Uji Heterokedstisitas
     Dalam mendeteksi heterokedastisitas, dalam penelitian ini akan digunakan uji  Korelasi Koefisien Spearman. Uji ini akan meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel-variabel independen, Firma Yeni (2012:45. Kriteria pengujianny yaitu apabila nilai signifikansinya ≥ 0,05, maka tidak terdeteksi heterokedastisitas dan apabila ada satu atau 2 yang nilai signifikansinya < 0,05, maka terdeteksi heterokedastisitas.


c)      Koefisien determinasi
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang kuat antara keseluruhan variabel bebas dengan variabel tidak bebas dapat dilihat dengan nilai koefesien determinasi (R atau R square). Nilai R terletak antara 0 -1 atau 0 ≤ R ≤ 1.
a)      Uji Hipotesis
(1) Uji t
          Jika maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti bahwa variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel terikat Jika maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat.
(2)     Uji f
            Jika f hitung < f tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti bahwa variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. Jika f hitung  ≥  f tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1.      Analisis Induktif
a.      Analisis Linier Regresi Berganda
Tabel. 26
Analisis Regresi Berganda
Sumber: Olahan Data Primer, 2014
Berdasarkan hasil olahan data primer pada tabel diatas dengan menggunakan program SPSS diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Pada tabel dapat diketahui bahwa nilai konstanta adalah sebesar 0,299 berarti apabila tidak ada variabel bebas maka pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung berkurang sebesar 0,299.  Sedangkan besarnya Return of scale dapat dihitung dengan cara menjumlahkan koefisien pangkat masing – masing variabel independen ( 1,669  + 1,359 + 0,006 + 0,017+ (-0,489) + 0,024 = 2,586) yang menunjukkan pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung berada pada kondisi increasing return to scale yang berarti apabila input produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet dan jenis bibit ditingkatkan penggunaanya dalam proporsi yang sama maka akan meningkatkan output lebih besar daripada proporsi itu, sebaliknya input biaya usaha jika ditingkatkan penggunaanya maka akan mengurangi output yang akan dihasilkan.
Selanjutnya dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk pengaruh produksi (X1) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi sebesar 1,669 artinya semakin tinggi produksi maka pendapatan yang diterima akan tinggi pula, jika produksi naik satu satuan per hektarnya maka hasil pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung akan meningkat sebesar 1,669 satuan dengan satuan asumsi cateris paribus.
Pengaruh harga karet (X2) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi sebesar 1,359 artinya semakin tinggi harga maka pendapatan yang akan diterima semakin tinggi pula. Jika harga naik satu satuan maka hasil pendapatan yang diperoleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung akan meningkat sebesar 1,359  satuan dengan asumsi cateris paribus.
Selanjutnya pengaruh tingkat pendidikan (X3) terhadap pendapatan adalah positif dengan koefisien regresi 0,006 artinya semakin tinggi tingkat pendidikan petani maka pendapatan yang diterima akan semakin tinggi pula. Jika tingkat pendidikan naik satu satuan maka pendapatan yang dihasilkan oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung akan meningkat sebesar 0,006 satuan dengan asumsi cateris paribus karena dengan semakin tingginya pendidikan yang dimiliki oleh petani karet maka otomatis wawasan dan ilmu yang dimiliki juga semakin luas sehingga dapat meningkatkan ilmu tetang tata cara pengelolaan tanaman karet yang baik dan benar sehingga berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diperoleh petani karet itu sendiri.
Selanjutnya pengaruh umur karet (X4) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi 0,017 artinya semakin tinggi umur karet maka pendapatan yang akan diterima akan semakin tinggi pula. Jika umur karet naik satu satuan maka pendapatan yang dihasilkan oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari akan meningkat sebesar 0,017  satuan dengan asumi cateris paribus.
Selanjutnya pengaruh biaya usaha (X5) terhadap pendapatan (Y) adalah negatif dengan koefisien regresi -0,489 artinya semakin tinggi biaya usaha tani maka pendapatan yang akan diterima akan berkurang. Jika biaya usaha naik satu satuan maka pendapatan yang diterima oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung juga akan ikut berkurang sebesar -0,489 satuan dengan asumsi cateris paribus.
Dan yang terakhir pengaruh jenis bibit (Dummy) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi 0,024 artinya semakin tinggi penggunaan jenis bibit khususnya jenis bibit unggul maka pendapatan yang diterima petani karet akan semakin tinggi pula. Jika jenis bibit naik satu satuan maka pendapatan yang diterima oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari akan bertambah sebesar 0,024 satuan dengan asumsi cateris paribus.
b.      Uji Prasyarat Analisis
1.      Uji Multikolinearitas
            Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keenam variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi syarat untuk dimasukkan kedalam suatu model dimana nilai VIF < 5 dan tingkat tolerance lebih dari 1. Nilai VIF yang dipenuhi oleh X1 adalah 1,426 nilai VIF untuk X2 adalah 1,032, nilai VIF untuk X3 adalah 1,064, nilai VIF untuk X4 adalah 1,879, nilai VIF untuk X5 adalah 1,133 dan nilai VIF untuk Dummy adalah 1,870. Dengan demikian nilai VIF dari keenam variabel bebas < 5 maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinearitas.
2.      Uji Normalitas Sebaran Data
            Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan SPSS yang dilakukan dengan one-sample Kolmogorov-Smirnov (Uji normalitas data residual), diperoleh hasil bahwa semua data dalam penelitian ini tersebar secara normal dimana asymp, sig 0,087 > α 0,05.
3.      Uji Heterokedastisitas
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan SPSS yang dilakukan diperoleh hasil X1 sebesar 0,075, X2 sebesar 0,540, X3 sebesar 0,097, X4 sebesar 0,408, X5 sebesar 0,719 dan D sebesar 0,160. Dari semua variabel bebas diperoleh nilai > 0,05 artinya tidak terdapat masalah heterokedastisitas.
c.       Koefisien Determinasi
Tabel. 30
Koefisien Determinasi
Sumber: Olahan Data Primer, 2014
                     Berdasarkan persamaan diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi R square adalah 0,924 (92,4%) hal ini berarti bahwa sumbangan yang diberikan variabel bebas (produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet, biaya usaha tani dan jenis bibit karet) terhadap variabel terikat (pendapatan) adalah sebesar 92,4%. Hal ini menunjukkan bahwa 92,4% variabel bebas dalam penelitian ini mempengaruhi variabel terikat dan 7,6% dipengaruhi oleh faktor – faktor lain diluar penelitian. Sedangkan tingkat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah 0,961 atau 96,1%.
d.      Uji hipotesis
1.  Uji t
            Pengujian nilai t yang dilakukan dengan menggunakan thitung  dan menggambarkan probabilitas yang dihitung dengan α = 0,05 dan df = 91 maka nilai ttabel dalam penelitian ini adalah 1,66. Untuk mengetahui apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat maka diperoleh hasil sebagai berikut:
1.      Produksi berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (2,361 > 1,66) atau sig < α (0,030 < 0,05) akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima.
2.      Harga karet berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Dari hasil estimasi diketahui nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (3,505 > 1,66) atau sig < α (0,001 < 0,05) akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima.
3.      Tingkat pendidikan petani karet berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Dari hasil estimasi diketahui nilai thitung lebih besar dari ttabel ( 1,671 > 1,66) atau sig < α (0,043 < 0,05) akibatnya H0 ditolak dan Ha diterima.
4.      Umur karet berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Dari hasil estimasi diketahui nilai thitung lebih besar dari ttabel ( 3,175 > 1,66) atau sig < α (0,015 < 0,05)
5.      Biaya usaha tani berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Dari hasil estimasi diketahui nilai thitung lebih besar dari ttabel ( -1,759 > 1,66) atai sig < α (0,000 < 0,05).
6.      Jenis bibit berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Dari hasil estimasi diketahui nilai ttabel lebih besar dari thitung (2,844 > 1,66) atau sig < α (0,024 < 0,05)
2.      Uji F
Di dalam pengujian ini diperoleh nilai Fhitung 5,588 > Ftabel  2,31 atau signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 pada α = 0,05. Dengan demikian Fhitung  > Ftabel dan sig < α = 0,05 maka H0 ditolah dan Ha diterima sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti dan diterima, dimana secara bersama – sama produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet, biaya usaha dan jenis bibit karet berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari di Kabupaten Sijunjung.
A.    PEMBAHASAN
1.      Pengaruh produksi (X1) terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan ditemukan bahwa produksi (X1) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung (Y). Hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini terbukti diterima.
Pengaruh produksi (X1) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi sebesar 1,669 artinya semakin tinggi produksi maka pendapatan yang diterima akan tinggi pula, jika produksi karet naik satu satuan maka hasil pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung akan meningkat sebesar 1,669 satuan dengan asumsi cateris paribus.
Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sukirno (2003:193) produksi adalah hubungan yang bersifat teknis yang menunjukkan sejumlah output yang dihasilkan dengan menggunakan sejumlah input – input spesifik antar faktor – faktor produksi. Artinya jika output karet yang diproduksi mengalami peningkatan maka yang pendapatan yang diperoleh oleh petani karet akan meningkat pula.
2.      Pengaruh harga karet (X2) terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
          Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan ditemukan bahwa harga (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung (Y). Pengaruh harga karet (X2) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi 0,026 artinya semakin tinggi harga maka pendapatan yang akan diterima semakin tinggi pula. Jika harga karet naik satu satuan maka hasil pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung akan meningkat sebesar 1,359 satuan dengan asumsi cateris paribus.
Hal ini sesuai dengan teori menurut Kadariah (dalam Alwi, 2009:25) adalah tingkat kemampuan suatu barang atau jasa untuk ditukarkan dengan barang lain, harga ditentukan oleh dua kekuatan yaitu permintaan dan penawaran yang saling berjumpa dalam pasar (tiap organisasi tempat penjual dan pembeli suatu benda dipertemukan).
3.      Pengaruh tingkat pendidikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan ditemukan bahwa tingkat pendidikan (X3) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung (Y). pengaruh tingkat pendidikan (X3) terhadap pendapatan adalah positif dengan koefisien regresi 0,006 artinya semakin tinggi tingkat pendidikan petani maka pendapatan yang diterima akan semakin tinggi pula karena dengan pendidikan yang tinggi maka wawasan petani karet dalam mengelola usaha tani karetnya juga akan lebih luas. Jika tingkat pendidikan naik satu satuan maka pendapatan yang dihasilkan oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung akan meningkat sebesar 0,006 satuan dengan asumsi cateris paribus.
Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Yusuf dalam Suzana (2007:11) tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi seseorang dalam mencapai keberhasilan, maka semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan tinggi pula keberhasilannya dalam menyelesaikan tugasnya. Begitu juga sebaliknya jika semakin rendah tingkat pendidikan seseorang maka akan rendah pula keberhasilannya dalam menyelesaikan tugasnya.
4.      Pengaruh umur karet terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan ditemukan bahwa umur karet (X4) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung (Y). pengaruh umur karet (X4) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi 0,017 artinya semakin tinggi umur karet maka pendapatan yang akan diterima akan semakin tinggi pula. Jika umur karet naik satu satuan maka pendapatan yang dihasilkan oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari akan meningkat sebesar 0,017 satuan dengan asumi cateris paribus.
Hal ini sesuai dengan teori umur karet menurut Soemartono (2008:11) pohon karet mulai disadap rata-rata ketika berumur 6 tahun dan berproduksi secara efektif sampai puluhan tahun, atau lilit batang mencapai 45 cm dengan ketinggian 100 cm dari permukaan tanah. Penyadapan dilakukan setiap hari dengan sistem sadap bervariasi yaitu V2 d2 (penyadapan berbentuk huruf V yang disadap setiap dua hari sekali) atau S1 d2 (penyadapan berbentuk spiral yang disadap setiap dua hari sekali).
5.      Pengaruh biaya usaha terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung
Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan ditemukan bahwa umur karet (X5) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung (Y). Pengaruh biaya usaha (X5) terhadap pendapatan (Y) adalah negatif dengan koefisien regresi -0,489 artinya semakin tinggi biaya usaha tani maka pendapatan yang akan diterima akan berkurang. Jika biaya usaha naik satu satuan maka pendapatan yang diterima oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung akan berkurang sebesar 0,489 satuan dengan asumsi cateris paribus.
              Kemudian hasil penelitian ini juga sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Suratiyah (dalam, Suzana, 2007: 63) bahwa modal (biaya) yang tersedia berhubungan langsung dengan peran petani sebagai manajer dan juru tani dalam mengelola usaha taninya. Seberapa besar tingkat penggunaan faktor produksi tergantung pada modal (biaya) yang tersedia. Jika petani sebagai manajer tidak dapat menyediakan dana, maka terpaksa penggunaan faktor produksi tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya, akibatnya produktivitas rendah dan pendapatan juga rendah.
6.      Pengaruh jenis bibit (Dummy) terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan ditemukan bahwa jenis bibit karet (D) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung (Y). Pengaruh jenis bibit (Dummy) terhadap pendapatan (Y) adalah positif dengan koefisien regresi 0,024 artinya semakin tinggi penggunaan jenis bibit khususnya jenis bibit unggul maka pendapatan yang diterima petani karet akan semakin tinggi pula. Jika jenis bibit naik satu satuan maka pendapatan yang diterima oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari akan bertambah sebesar 0,512 satuan dengan asumsi cateris paribus.
Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Hastuti (2007: 39) bibit menentukan keunggulan dari suatu komoditas. Bibit yang unggul biasanya tahan terhadap penyakit, hasil komoditasnya berkualitas tinggi dibandingkan dengan komoditas lain sehingga harganya dapat bersaing di pasar.
7.      Produksi (X1), harga karet (X2), tingkat pendidikan (X3), umur karet (X4), biaya usaha tani (X5) dan jenis bibit (D) berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan (Y) petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
Dari hasil penelitian diperoleh hasil nilai Fhitung  5,588 > Ftabel  2,31 atau signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 pada α = 0,05. Dengan demikian Fhitung  > Ftabel dan sig < α = 0,05 maka H0 ditolah dan Ha diterima sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti dan diterima, dimana secara bersama – sama produksi, harga karet, tingkat pendidikan, umur karet, biaya usaha dan jenis bibit karet berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani karet di Kecamatan IV Nagari di Kabupaten Sijunjung. Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan dapat dijelaskan oleh faktor produksi, harga karet, tingkat pendidikan petani, umur karet, biaya usaha tani dan jenis bibit karet sebesar 92,4% sedangkan 7,6% disumbangkan oleh variabel lain diluar penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa keenam variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan yang diperoleh oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel produksi (X1) terhadap pendapatan petani karet (Y) adalah 1,669 satuan, pengaruh variabel harga karet (X2) terhadap pendapatan petani karet (Y) adalah 1,359 satuan, pengaruh tingkat pendidikan (X3) terhadap pendapatan petani karet (Y) adalah 0,006 satuan, pengaruh umur tanaman karet (X4) terhadap pendapatan petani karet (Y) adalah 0,017 satuan, pengaruh biaya usaha tani (X5) terhadap pendapatan petani karet (Y) adalah -0,489 satuan dan pengaruh jenis bibit karet (D) terhadap pendapatan petani karet (Y) adalah sebesar  0,024 satuan.
Pendapatan usaha tani menurut Hastuti (2007:106) merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya, atau dengan kata lain pendapatan meliputi pendapatan kotor atau penerimaan total dan pendapatan bersih. Pendapatan kotor atau penerimaan total adalah adalah nilai produksi komoditas pertanian secara keseluruhan sebelum dikurangi biaya produksi.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A.    Simpulan
1.      Pendapatan yang diperoleh oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung dipengaruhi secara signifikan oleh jumlah produksi karet. Pengaruh sebesar 1,669 dengan asumsi cateris paribus.
2.      Pendapatan yang diperoleh oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung dipengaruhi secara signifikan oleh harga karet. Pengaruh sebesar 1,359 dengan asumsi cateris paribus.
3.      Pendapatan yang diperoleh oleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat pendidikan petani karet. Pengaruh sebesar 0,006 dengan asumsi cateris paribus.
4.      Pendapatan yang diperoleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung dipengaruhi secara signifikan oleh variabel umur karet. Pengaruh yang sebesar 0,017 dengan asumsi cateris paribus.
5.      Pendapatan yang diperoleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung dipengaruhi secara signifikan oleh variabel biaya usaha tani karet. Pengaruh sebesar -0,489 dengan asumsi cateris paribus.
6.      Pendapatan yang diperoleh petani karet di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung dipengaruhi secara signifikan oleh variabel jenis bibit karet. Pengaruh sebesar 0,024 dengan asumsi cateris paribus.
7.      Secara bersama – sama terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Hal ini berarti semakin meningkat produksi, harga karet, umur karet, tingkat pendidikan,  dan jenis bibit karet maka pendapatan yang diperoleh juga akan meningkat. Begitu juga dengan biaya usaha terhadap pendapatan, jika biaya usaha meningkat maka pendapatan yang diperoleh cenderung akan berkurang.
B.     Saran
1.      Disarankan kepada petani karet untuk meningkatkan pengetahuan dibidang produksi karet, bagaimana cara memaksimalkan produksi karet secara efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan produksi karet yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan pendapatan.
2.      Disarankan kepada pemerintah untuk dapat mengontrol harga karet agar tidak turun secara drastis sehingga pendapatan petani karet juga tidak ikut turun secara drastis.
3.      Disarankan  kepada petani karet untuk lebih meningkatkan pendidikannya baik di sekolah formal ataupun informal, sekolah informal dapat berupa mengikuti penyuluhan – penyuluhan yang diberikan dinas pertanian setempat. Dan untuk pemerintah agar dapat
4.      Disarankan kepada petani untuk dapat mengelola tanaman karetnya dengan baik sehingga dapat memaksimalkan produktivitas karetnya.
5.       Disarankan kepada petani untuk perlahan mulai mengelola dan mengembangkan tanaman karet jenis bibit unggul agar dapat meningkatakan pendapatan petani tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Muhammad. (2009). Faktor – faktor  Yang Mempengaruhi Permintaan Beras di Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Padang: Universitas Negeri Padang.
Akhirmen. (2006). Statistik II. Padang: Universitas Negeri Padang.
Arikunto, Suharmisi. (2006). Prosedur Suatu Penelitian Suatu Pengantar Praktek. Jakarta: Reanika Cipta.
Arsyad, Licolin. (1995). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta : STIE YKPN.
Daniel, Muchtar. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta : Bumi Aksara
Deswanda, Dedy. (2009). Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Kelapa Sawit. Padang. Universitas Negeri Padang.
Fetria, Mira. (2005). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksi dan Pendapatan Petani Cabe di Kecamatan Salimpauang Kecamatan Tanah Datar. Padang : Universitas Negeri Padang.
Firdaus, Muhammad. (2010). Manajemen Agribisnis. Jakarta. Bumi Aksara.
Gujarati, Damodar. (1997). Ekonometrika Dasar. Jakarta : Erlangga.
Hastuti, Diah Dwi Retno. (2007). Pengantar Teori dan Kasus: Ekonomika Pertanian. Jakarta : Penebar Swadaya.
Hanafie, Rita. (2010). Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta: Andi Offset.
Husni, Fitratul. (2009). Faktor – faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah di Kecamatan Baso Kabupaten Agam). Padang: Universitas Negeri Padang.
Kecamatan IV Nagari dalam Angka. (2011). Padang : BPS
Kurniawan, Romy. (2008). Faktor – faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi di Sumatera Barat. Padang: Universitas Negeri Padang.
Mubyarto. (1986). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta : LP3ES.
Nazir, Mohammad.(2003). Metode Penelitian. UPI: Jakarta
Pyndick, Rubinfield. (2003). Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: PT. Index
S, Bambang dan G, Kartasapoetra. (2008). Biaya Produksi: Kalkulasi dan Pengendalian. Jakarta : Rineka Cipta.
Samuelson, Paul. (2003). Mikroekonomi. Jakarta: Erlangga
Saputra, Yudi. (2009). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Cokelat Di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman (skripsi).UNP Padang
Soekartawi. (1993). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
____________(2002). Prinsip Dasar Ekonomi
Pertanian. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Soemartono, dkk. (2008). Buletin Ilmiah Instiper. Yogyakarta:  LPPM Instiper.
Statistik Karet Indonesia. (2009). BPS: Padang
Statistik Daerah Kabupaten Sijunjung. (2010). BPS: Padang.
Statistik Harga Produsen dan Konsumen Pedesaan Sumbar. ( 2012). BPS : Padang.
Sugiarto, Herlambang Tedy. (2005). Ekonomi Mikro : Sebuah Kajian Komprehensif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sukirno, Sadono. (2000). Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
______________(2002). Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
______________(2003). Teori Ekonomi Mikro.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
______________(2008). Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Suzana, Premwidya. (2007). Faktor – faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Padi Sawah di Kecamatan Batang Kapas Pesisir Selatan. Padang: Universitas Negeri Padang.
Sumbar Dalam Angka. (2004) . BPS : Padang .
Theresia, Nila. (2006). Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kecil Sektor Informal di Pasar Batusangkar. Padang: Universitas Negeri Padang.
Wibisono, Yusuf. (1999). Manual Matematika Ekonomi. Jakarta : Gajah Mada University Press.



2 komentar:

  1. mbak daftar pustaka yg kutipan (Kumalasari :2012:19) itu gimna mbak? kog nggk ada di dlm dftr pstakka mbak

    BalasHapus